Klinik Gigi Az-Zahra WA 0821 3485 1327
Perubahan gaya
hidup dan perkembangan makanan dan jajanan anak saat ini dinilai sebagai
penyebab semakin memburuknya kondisi gigi pada anak dimana 36 persen
anak usia 12 tahun menderita gigi berlubang.
"Status kesehatan gigi anak sekolah tidak ada kemajuan bermakna
dibanding puluhan tahun lalu. 24 juta anak 0-12 tahun diketahui
menderita penyakit mulut," papar Ketua Umum Persatuan Dokter Gigi
Indonesia Zaura Rini Anggraeni dalam temu media di Kementerian
Kesehatan, Jakarta, Jumat.
Zaura mengakui program edukasi kesehatan gigi kepada anak
sekolah belum optimal karena adanya perubahan gaya hidup serta pola
makan yang cukup drastis yang membuat kesehatan mulut seringkali
diabaikan.
"Anak sekarang banyak sekali kesibukan sehingga banyak yang
lupa sikat gigi. Dan banyak `snack` (jajanan) yang lebih merusak
kesehatan gigi dibanding dulu," kata Zaura.
Survei "Fit for School" yang dilakukan di Jawa Barat pada 2012
lalu menunjukkan bahwa 9 dari 10 anak mengalami karies gigi serta
rata-rata tiap anak mengalami gigi berlubang.
Survei itu juga mendapati 76 persen anak mengalami infeksi dalam rongga mulut.
"Jadi ada modernisasi yang tidak diikuti kebiasaan sehat untuk mulut," kata Zaura.
Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 juga menunjukkan bahwa 36,1 persen anak usia 12 tahun menderita gigi berlubang.
Sedangkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2001 juga
menunjukkan 62,4 penduduk (76,5 persen anak berumur 12 tahun) terganggu
pekerjaan/sekolahnya karena sakit gigi selama rata-rata 3,86 hari
pertahun.
Kesehatan gigi sangat penting karena merupakan "gerbang" untuk kondisi kesehatan secara umum.
"Kesehatan gigi dapat menyebabkan terjadinya penyakit tidak
menular. Kesehatan gigi merupakan faktor resiko terhadap terjadinya
kerusakan organ tubuh lainnya termasuk jantung dan paru-paru," ujar
Zaura.
Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar (BUKD) Kementerian
Kesehatan Dedi Kuswenda mengatakan jaminan kesehatan nasional juga
termasuk dalam perawatan kesehatan gigi.
"Ada delapan tindakan yang ditanggung JKN seperti tambal, cabut
atau karang gigi. Tapi untuk kosmetik tidak ditanggung," kata Dedi.
SUMBER : antaranews.com/berita/394434/perkembangan-jajanan-memperburuk-kesehatan-gigi-anak
Kami selalu mengembangkan pelayanan Praktek Dokter Gigi Di Jogja untuk kepuasan anda.