Tampilkan postingan dengan label mengatasi karies gigi susu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mengatasi karies gigi susu. Tampilkan semua postingan

Hubungi Klinik Gigi Az-Zahra

WA 0821 3485 1327


Gigi yang sehat bisa dicapai dengan cara rajin menyikat gigi pada pagi dan malam hari. Namun, hal ini saja belum cukup bila kita tidak memerhatikan berbagai hal yang bisa berpengaruh pada kesehatan gigi. Misalnya, sering minum teh dan kopi.

Konsumsi minuman ini dapat menyebabkan perubahan pada warna gigi. “Kandungan tanin dalam kedua minuman ini bisa mengubah warna lapisan terluar gigi atau enamel, begitu juga dengan minuman lain yang berwarna, seperti minuman bersoda, wine, atau sirup,” jelas drg Natalia Ekaputri Hutting, SKG.

Akibatnya, permukaan gigi akan tampak berwarna kehitaman atau kecoklatan. Noda pada gigi akan lebih mudah terbentuk pada permukaan gigi yang kasar, baik akibat plak gigi maupun permukaan anatomi gigi yang tidak rata.

Solusi: “Sebenarnya, kebiasaan minum kopi atau teh tidak terlalu berbahaya bagi kesehatan gigi dan gusi. Namun, bila bisa dikurangi akan lebih baik. Yang lebih berisiko adalah bila kita mengabaikan perawatan kesehatan gigi dan mulut, seperti menyikat gigi,” kata drg Natalia.

Menyikat gigi dengan baik dan benar adalah satu-satunya cara untuk menjaga keseimbangan flora di dalam mulut, sehingga mencegah munculnya plak, karang, dan lubang pada gigi akibat bakteri. Selain itu, drg Natalia juga menyarankan kita untuk:

* Mengunjungi dokter gigi untuk kontrol rutin dengan frekuensi dua kali setahun.
* Membersihkan karang dan noda pada gigi secara profesional di dokter gigi. “Permukaan gigi yang tidak rata dapat dikoreksi dengan pembuatan sealent atau semacam lapisan pelindung permukaan gigi, terutama yang berceruk dalam, sehingga lebih mudah dibersihkan,” imbuh drg Natalia.
* Tindakan pemolesan tambalan yang kasar atau permukaan gigi yang kasar yang dilakukan oleh dokter gigi juga dapat membuat permukaan gigi lebih mudah dibersihkan.
* Menghindari minuman berwarna bila baru saja menjalani treatment seperti pemutihan atau penambalan gigi depan dalam waktu 2-3 minggu, karena warna minuman bisa mengubah kestabilan warna bleaching atau tambalan gigi depan.

(Prevention Indonesia/Irene J. Meiske)

SUMBER : female.kompas.com/read/2012/05/16/1437225/Gigi.Kuning.Akibat.Teh.dan.Kopi

 Kami selalu mengembangkan pelayanan Praktek Dokter Gigi Di Jogja untuk kepuasan anda.

Hubungi Klinik Gigi Az-Zahra

WA 0821 3485 1327


Bila tidak dibersihkan dengan sempurna, sisa makanan yang terselip bersama bakteri akan melekat pada gigi. Lalu lama kelamaan akan membentuk koloni yang disebut plak, yaitu lapisan film tipis, lengket, dan tidak berwarna.

Plak merupakan tempat pertumbuhan ideal bagi bakteri yang dapat memproduksi asam. Jika tidak disingkirkan dengan melakukan penyikatan gigi, asam tersebut akhirnya akan menghancurkan email gigi dan akhirnya menyebabkan gigi berlubang.

Sejak kecil pasti kita sudah diajarkan untuk menjaga kebersihan gigi, minimal dengan rutin menyikat gigi, agar gigi sehat dan tidak berlubang. Tapi, benarkah kita sudah menjaga gigi dengan benar? Simak 5 kebiasaan buruk berikut ini yang merupakan pemicu munculnya plak.

1. Jarang Menyikat gigi
Mungkin orang lain tak akan menyadari kalau Anda tidak menyikat gigi dua kali dalam sehari. Tetapi, gigi kita tahu dan menanggung akibatnya. “Plak itu seumpama lebah di musim panas. Satu atau dua ekor mungkin tak akan mengganggu, tapi bila kita membiarkan mereka membuat sarang di rumah, itu sama saja mengundang masalah,” kata Richard Price, DMD, juru bicara Asosiasi Gigi Amerika.

Itu sebabnya, selalu sikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi ber-fluoride. Teknik menyikat gigi yang benar tidak terlalu penting selama Anda menyikat gigi dengan lembut seluruh permukaan gigi.

2. Kurang Teliti Membersihkan
Pemakaian dental floss (benang gigi) juga amat penting untuk membersihkan daerah-
daerah yang sulit terjangkau oleh sikat gigi, terutama daerah antargigi dan juga pada gigi-gigi yang berjejal.

3. Malas ke dokter gigi
Serutin-rutinnya kita menyikat gigi, agak sulit membersihkan plak dengan sempurna. Plak yang tertinggal ini lama kelamaan akan mengeras dan menjadi karang gigi sehingga sulit dihilangkan. Untuk mengatasinya, mintalah bantuan dokter gigi. Menurut penelitian, orang yang jarang ke dokter gigi lebih mudah terkena gigi berlubang atau gusi berdarah yang menyebabkan gigi mudah tanggal. `

4. Suka makanan manis
Makanan manis, kopi, softdrink, serta rokok dapat menimbulkan lapisan tipis di gigi yang disebut stain. Lapisan stain ini juga memudahkan makanan dan kuman menempel pada gigi, yang akhirnya membentuk plak.

5. Menolak sayuran
Jauh sebelum sikat gigi dan pasta gigi ber-fluoride ada, beberapa jenis makanan berperan penting dalam menyingkirkan plak di gigi. Sayur dan buah-buahan yang dimakan dengan kulitnya merupakan scrubb alami untuk menghilangkan plak.

SUMBER : health.kompas.com/read/2009/09/12/09580646/5.Kebiasaan.yang.Mengundang.Plak.Gigi

Kami selalu mengembangkan pelayanan Praktek Dokter Gigi Di Jogja untuk kepuasan anda.

Hubungi Klinik Gigi Az-Zahra

WA 0821 3485 1327



Meski sudah tahu sakit gigi itu menyakitkan, tapi tetap saja masih banyak orang yang malas menggosok dan merawat giginya. Sakit gigi, terutama yang disebabkan oleh karies gigi merupakan penyakit gigi yang paling sering diderita masyarkat.

Menurut Riset Kesehatan Dasar Depkes, di tahun 2007 terdapat 72.1% dari seluruh masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi berlubang dan sebanyak 46.5% di antaranya karies aktif yang belum dirawat.

Gigi berlubang timbul karena adanya plak pada permukaan gigi, yaitu lengketan berisi bakteri dan produk-produknya yang terbentuk pada semua permukaan gigi.

Bakteri dan kuman tersebut membentuk enzim yang diubah menjadi asam. Amas ini bersifat sangat kuat karena mampu melarutkan jaringan otot yang paling keras seperti email gigi (lapisan yang menutupi sebagian besar bagian luar mahkota gigi). Asam lalu membentuk lubang yang sangat kecil di atas permukaan gigi dan lama-kelamaan akan menjadi lubang besar. Inilah yang disebut lubang gigi.

Komplikasi dari gigi berlubang bisa terjadi bila kuman yang sudah masuk melewati saraf dan masuk ke akar gigi. “Gigi berlubang merupakan tempat jutaan bakteri yang apabila masuk ke pembuluh darah dapat menyebabkan infeksi di bagian tubuh lain; seperti di saluran pernapasan, jantung, sepsis dan otak,” papar Dr.Tri Erri Astoeti, drg, MKes.

Untuk gigi yang terlanjur berlubang, pasien sebaiknya berobat ke dokter gigi agar lubangnya bisa ditambal. Bagian gigi yang rusak lalu dibor dan diganti dengan bahan seperti logam, campuran perak, porselen atau plastik untuk mengisi gigi.

Sementara itu untuk gigi yang belum berlubang atau sudah berlubang kecil, dokter Erri menyarankan untuk mengonsumsi banyak kalsium. “Makan makanan yang tinggi kalsium. Kalsium dapat membantu proses remineralisasi pada email gigi, sehingga dapat memperbaiki lubang-lubang kecil tak kasat mata,” katanya dalam acara peluncuran Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang, di Jakarta (5/8).

Selain mengonsumsi makanana tinggi kalsium, kita juga bisa mencegah gigi berlubang dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari sehabis makan dan sebelum tidur, mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula, kontrol ke dokter gigi secara teratur, serta memilih pasta gigi berfluoride.


SUMBER : health.kompas.com/read/2009/08/07/1108209/Karies.Penyakit.Gigi.Tersering

 Kami selalu mengembangkan pelayanan Praktek Dokter Gigi Di Jogja untuk kepuasan anda.


Blog Archive

About Me

azzahra jogja
Lihat profil lengkapku